Tampilkan postingan dengan label Debian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Debian. Tampilkan semua postingan

31 Jan 2013

Membangun DNS Server di Debian 5

Dengan Debian 5 berbasis CLI kita dapat membangun DNS Server yang handal. Kenapa? karena Debian merupakan salah satu distro Linux yang memiliki kelebihan seperti :
  • Bebas virus
  • Free
  • Stabil alias tidak mudah down
  • Tidak memerlukan spec komputer yang tinggi karena berbasis CLI (ada pula yang GUI)
Untuk membangun DNS Server di Debian kita memerlukan software BIND. Berikut info yang saya kutip dari http://www.bind9.net/
BIND (Berkeley Internet Name Domain) is an implementation of the DNS protocols and provides an openly redistributable reference implementation of the major components of the Domain Name System, including:
  • Domain Name System server
  • Domain Name System resolver library
  • Tools for managing and verifying the proper operation of the DNS server
Oke, let's start!

1. Login ke Debian sebagi root.

2. Pindah direktori ke root. Root dilambangkan dengan "/". Caranya :
cd /

3. Install BIND. Ketik :
apt-get install bind9
kemudian pilih y, tekan enter.
Umumnya perintah apt-get install digunakan untuk meng-install software secara online. Namun karena kita menginstall debian ini pada vmware, kita dapat menggunakan file .iso debian yang didalamnya sudah ter-include berbagai software.
Nanti akan muncul tulisan 'please insert the disc labeled '. Untuk meng-insert-nya, klik kanan pada gambar CD. Lihat gambar dibawah.

Pilih Connect to Disk Image File (iso) ...

Cari dimana file .iso debian berada, setelah ketemu klik Open.

Tanda silang pada gambar CD hilang, proses install software BIND selesai.

4. Setting IP address interfaces alias NIC alias LAN Card menjadi static, artinya IP kita sendiri yang menentukan dan IP itu dipergunakan terus menerus selama tidak diubah. Caranya, ketik :
pico etc/network/interfaces

Penjelasan :
pico merupakan teks editor di Linux, ada juga yang lain seperti nano.
interfaces merupakan nama file yang berisi settingan interfaces/NIC/LAN Card yang berada didalam folder network.
etc merupakan nama folder, network juga merupakan nama folder yang letaknya di dalam folder etc. 
Isi default dari file interfaces.

Ubah menjadi seperti ini.
IP address didapat dari konsep Subnetting. eth0 adalah interface/lan card yang kita setting IP-nya.
Bila sudah, exit dengan menekan Ctrl + X kemudian pilih y.

Agar settingan tadi dapat berjalan, kita perlu merestartnya. Caranya :
etc/init.d/networking restart

Untuk memastikan settingan interface sudah terganti, ketik :
ifconfig
Bila sudah, akan terlihat seperti ini.

Kita ping IP tersebut.
Bila settingan IP sudah benar, kita akan mendapat kiriman data dari IP tersebut(lihat gambar diatas). Bila ada kesalahan, kita tidak akan mendapat kiriman data dari IP tersebut atau Request Time Out.
5. Ubah IP address hostname pada file hosts.
pico etc/hosts
Defaultnya seperti ini.

Kemudian ganti IP-nya dengan IP yang kita buat tadi.
Bila sudah, save dan exit (Ctrl + X pilih y).

6. Pindah ke direktori BIND.
cd etc/bind
Untuk melihat apa saja yang ada didalam direktori bind, ketik :
ls

Copy 2 kali file db.local, kalo saya copy jadi file dns dan ip. Cara copy-nya :
cp db.local dns
cp db.local ip
Seperti ini.

Kita akan mengubah settingan yang ada didalam file dns dan ip. Pertama file dns, ketik :
pico dns
Isi default file dns alias db.local.

localhost ganti dengan hostname.
127.0.0.1 ganti dengan IP yang kita buat tadi 192.168.1.21.
teekajee.com merupakan domain, sesuaikan dengan keinginan anda.
mail.teekajee.com merupakan subdomain, sesuaikan dengan keinginan anda mail.domainanda.com.
Perhatikan tanda titik (.), letakkan titik setelah hostname dan domain. Jangan letakkan titik setelah IP address.
Seperti ini.

Berlanjut ke file copy-an kedua, file ip. Isi file ip sama dengan file db.local. Lalu kita ubah isi filenya jadi seperti ini.

localhost ganti dengan hostname.
21 didapat dari belakang IP address 192.168.1.21.
teekajee.com sesuaikan dengan keinginan anda.
Beralih ke file lain, sekarang kita akan menambahkan settingan pada file named.conf, buka file dengan  cara :
pico named.conf
Isi filenya seperti ini.

Kemudian lihat ke bagian bawah seperti ini.

Tambahkan settingan berikut diatas include.
zone "teekajee.com" {
          type master;
          file "/etc/bind/dns";
}; 
zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
           type master;
           file "/etc/bind/ip";
};
Penjelasan :
dns merupakan file yang berisi settingan domain.
ip merupakan file yang berisi settingan PTR, angka terakhir dari IP dan ini berhubungan dengan 1.168.192.in-addr.arpa. Penulisan IP-nya dibalik.
Seperti ini hasil settingannya.

7. Kembali ke direktori /.
cd /
 Ubah settingan yang ada di file resolv.conf.
pico etc/resolv.conf 

Isi defaultnya seperti ini.

Ubah IP nameservernya dengan IP yang kita buat.
Lalu save dan exit (Ctrl + X pilih y).

Untuk meng-apply semua settingan tadi, kita perlu merestart bind-nya.
etc/init.d/bind9 restart

Untuk memastikan DNS Server bekerja dengan baik, kita dapat menge-ceknya dengan dig, nslookup dan ping.

  • dig
dig domainanda.com
Dengan dig kita dapat mengetahui apakah ada eror atau tidak. Lihat gambar berikut.
status : NOERROR.


  • nslookup
nslookup 192.168.1.21
nslookup www.teekajee.com


  • ping
ping 192.168.1.21
ping www.teekajee.com

DNS Server berhasil dibuat.


»»

19 Jan 2013

Install Debian 5 via Virtual Machine

Debian merupakan salah satu distro Linux yang populer. Kenapa? karena OS ini telah banyak digunakan hampir diseluruh dunia. Umumnya Debian digunakan untuk membangun server, seperti DNS Server, Web Server, Mail Server dan lainnya.

Berikut info yang saya kutip dari http://www.debian.org/intro/about
Debian was begun in August 1993 by Ian Murdock, as a new distribution which would be made openly, in the spirit of Linux and GNU. Debian was meant to be carefully and conscientiously put together, and to be maintained and supported with similar care. It started as a small, tightly-knit group of Free Software hackers, and gradually grew to become a large, well-organized community of developers and users. See the detailed history.
Since many people have asked, Debian is pronounced /ˈde.bi.ən/. It comes from the names of the creator of Debian, Ian Murdock, and his wife, Debra.
Wah.. berarti Debian itu gabungan nama dari suami istri, keren yaa! Oke sesuai dengan judul tulisan, kita akan meng-install Debian versi 5 dengan menggunakan Virtual Machine. Berikut caranya :

1. Jalankan virtual machine-nya, kalo saya menggunakan vmware player. Pilih Create a New Virtual Machine.

2. Karena kita akan menggunakan file .iso debian, pilih Use ISO image lalu klik Browse untuk mencari dimana lokasi file tersebut.

3. Sudah ketemu? Kalo sudah, klik Open.

4. File .iso tadi terdeteksi secara otomatis, terlihat dari "Debian 5 detected". Kemudian klik Next.

5. Karena file .iso tadi terdeteksi otomatis, langsung klik Next.

6. Klik Next.

7. Disk size, kita pakai rekomendasi yaitu sebesar 20 GB. Pilih Split virtual disk into multiple files lalu Next.

8. Sebelum, meng-klik Finish, ubah Network Adapter terlebih dulu. Ubah dari NAT menjadi Host Only, klik Customize Hardware.




Setelah di klik Close, vmware langsung "membaca" file .iso debian tadi.

9. Pilih Install, kemudian enter.

10. Bahasa yang kita gunakan adalah English. 

11. Pilih negara, Indonesia. Kita cinta Indonesia bukan we love Indonesia ya.



12. Keyboard Layout, kita pilih American English.

13. Continue without a default route?, kita pilih No.

Kemudian pilih Do not configure the network at this time.

14. Hostname, ini penting untuk konfigurasi server nantinya. Pilih nama yang simpel dan mudah diingat, kalo hostname saya debian.

15. Time zone, sesuaikan dengan tempat tinggal.

16. Partitioning method, pilih Guided - use entire disk.

Langsung di-enter.

Partitioning scheme, pilih All files in one partition (recommended for new users).

Setelah itu, Finish partitioning and write changes to disk.

Write the changes to disks? pilih Yes.

Proses berlangsung.



17. Ketik password untuk root, root merupakan user tertinggi pada os Linux. Kalo di Windows disebut administrator.

Ketik ulang password untuk verifikasi.

18. Buat user baru.

Ketik username akun.

Ketik password untuk user.

Ketik ulang password untuk verifikasi.

19. Scan another CD or DVD, pilih No.

20. Participate in the package survey, pilih No.

21. Kita akan menggunakan debian berbasis CLI alias berbasis teks, untuk itu hilangkan tanda (*) pada Desktop environment dengan menekan tombol spasi.

Kemudian Continue.

22. Proses install software berlangsung.

23. GRUB, GRand Unified Boot Loader merupakan program bawaan OS Linux yang akan berjalan pada saat komputer booting dan berfungsi untuk memilih OS pada komputer bila terdapat lebih dari satu OS. Bila hanya terdapat satu OS(Linux), program tersebut akan menampilkan pilihan untuk masuk OS dengan safe mode(contoh:ubuntu) atau single-user(contoh:debian).
Pilih Yes.

24. Kemudian Continue. Setelah selesai, debian akan me-reboot.

25. Setelah reboot dan proses booting, GRUB mulai berjalan. Pilih yang pertama.

26. Debian telah terinstall.

Untuk login, ketik root dan password.
Saat mengetik password, tidak terlihat hasil ketikannya. Tetap lanjutkan ketik, pastikan password benar kemudian enter.
»»